Senin, 10 Oktober 2011

PEMBUATAN BIBIT JAMUR TIRAM (FULL PHOTO)

PEMBUATAN BIBIT JAMUR TIRAM F1:

Setelah berhasil membuat bibit jamur tiram F0 (turunan langsung dari jamur), yang ditandai dengan adanya warna putih miselium jamur menutupi seluruh permukaan media PDA.
Bibit F0 : terlihat miselium jamur hampir menutupi media PDA
Jika berhasil, maka anda berhak untuk melanjutkan ke tahap berikutnya, yaitu : tahap pembuatan bibit F1, adapun cara-caranya adalah sebagai berikut:
1. Sebelum memulai aktivitas baca dulu : "Bismillahirrahmanirrahiim" biar berkah..

2. Siapkan jagung tawar (jangan yang manis), pilih jagung yang bagus, bebas hama, bebas bintik hitam/hijau. Lalu direndam minimal 2 jam, diambil/dibuang jagung yang mengapung di atas permukaan air.
Perendaman jagung
Untuk menjaga kualitas jagung, kami menanam sendiri jagungnya biar kualitas bibit jamurnya mantap..

kebun jagung kami











3. Sambil menunggu perendaman, bisa diisi dengan mencuci botol sampai bersih..

4. Agar steril botol direbus dengan air mendidih...

perebusan botol
pemasakan jagung
 5. Setelah direndam, jagung direbus +/- 30 menit...

 6. Jagung diangkat dan ditiriskan supaya kadar airnya tidak terlalu banyak..

7. Untuk menjaga pH (tingkat keasaman), jagung dicampur dengan kapur mill secukupnya..

8 Aduk rata agar kapur tercampur dengan sempurna dengan jagungnya...

9. Jagung dimasukkan ke dalam botol yang steril, diisi sampai 3/4 botol...
Memasukkan jagung ke botol

10. Botol disumpal dengan kapas (kapuk), ditutup dengan kertas lapisi lagi dengan alumunium foil / plastik..

11. Botol yang berisi jagung tadi disterilkan dengan menggunakan autoklaf selama 30 menit, jika tidak ada bisa dikukus dengan memakai panci presto selama 1-2 jam, jika tidak ada juga pengukusan bisa dilakukan dengan memakai drum bekas minyak selama 6-7 jam (1 tabung gas 3kg).

12. Botol diangkat dan didiamkan sampai dingin.

13. Setelah dingin, masuk ke tahap yang paling penting yaitu inokulasi dilakukan dengan cara mengambil dengan spatula/pinset sebagian kecil miselium yang ada di dalam botol F0 dan dipindahkan ke botol jagung.


14. Amati perkembangan miselium dalam botol F1, biasanya botol akan dipenuhi miselium memakan waktu 10-20 hari. Jika ditengah perjalanan waktu, terlihat ada bintik hitam, hijau, atau kuning, berarti bibit F1 tersebut terkontaminasi
perkembangan miselium dalam botol jagung
Jika berhasil, tinggal membuat bibit F2 dari awal caranya sama dengan cara membuat bibit F1 hanya berbeda di tahap menurunkan miselium. Jika F1 miseliumnya berasl dari media PDA, sedangkan F2 miseliumnya berasal dari media F1.
OK... Selamat mencoba... jangan takut gagal, kegagalan hanya merupakan kesuksesan yang tertunda...
Alhamdu.... Lillah.....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar