Tentang Kami (True Story)

SEKILAS TENTANG JAMUR TIRAM BANTEN

Berawal dari konsep seorang guru yang melihat bahwa provinsi Banten khususnya wilayah Rangkasbitung dan sekitarnya menyimpan potensi alam yang sungguh kaya terutama potensi kayu hutannya, seiring hal tersebut industri pemotongan kayu (sawmill) pun tumbuh subur. Sawmill ini banyak sekali menghasilkan limbah kayu yang seringkali dibuang atau dibakar oleh para pemilik industri ini. Daripada menimbulkan pencemaran lingkungan, limbah ini sangat cocok jika dipakai sebagai media tumbuh jamur.

Berbekal ilmu Biologi yang dipelajarinya di perguruan tinggi (UPI dan ITB), dengan disertai membaca Basmallah... dan Lahaula.. mencoba memberanikan diri untuk membuat rumah jamur sederhana di belakang rumahnya, langkah ini dilakukan untuk menguji kecocokan lingkungan dan juga menguji pasar jamur di wilayah Rangkasbitung.
kumbung awal
Dengan berbagai perlakuan dan modifikasi, ternyata lingkungan bukan merupakan faktor hambatan serius. Tinggal menguji pasar ..

Setelah promosi ke berbagai tempat (tetangga, warung, pedagang sayur, pasar), order jamur kian hari kian meningkat. Karena kewalahan, akhirnya melibatkan siswa didiknya di SMP Negeri 6 Sajira Kab. Lebak, pertama hanya melibatkan 2 (dua) orang siswa.
Drs.Ahmad Yamin (Kepala SMPN 6 Sajira)
Karena dinilai positif dan dapat merangsang jiwa kewirausahaan siswa serta agar siswa didiknya mempunyai bekal keterampilan khusus, Kepala Sekolah yakni Drs. Ahmad Yamin mengambil suatu kebijakan dengan menjadikannya keterampilan budidaya jamur tiram ini menjadi mata pelajaran muatan lokal (mulok) sekolah.


Praktek budidaya jamur tiram
Akhirnya semua siswa SMPN 6 Sajira dilibatkan, diajarkan teori serta praktek cara budidaya jamur tiram. Hari demi hari pesanan jamur pun mulai ramai, selain permintaan jamur segar tidak sedikit konsumen yang ingin membeli baglog jamur yang siap panen.

Kegiatan Program pendidikan keterampilan budidaya jamur tiram yang dilakukan oleh SMP Negeri 6 Sajira ini mendapat respon positif dari Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, khususnya Kabid Dikmen SMP/SMA/SMK yaitu Bapak Drs. H. Asep Komar Hidayat, M.Pd. Respon ini ditunjukkan dengan cara difasilitasinya kegiatan praktek budidaya jamur tiram yang terletak di Kp. Cani Kec. Warunggunung Kabupaten Lebak, tempat ini jauh lebih luas dengan daya tampung siswa yang lebih banyak lagi. Mudah-mudahan dengan difasilitasinya tempat praktek ini, semakin banyak siswa yang mempunyai keterampilan budidaya ini untuk bekal hidupnya nanti. Dan kami selaku pengelola kegiatan akan terus berjuang sekuat tenaga untuk mewujudkan dan membangun budidaya ini menjadi sebuah perusahaan jamur besar. Amien..

Fasilitas Rumah Jamur (Kumbung)
Ruang Produksi (pembuatan log)
Perubahan besarpun tampak, mulai dari ukuran rumah jamur (kumbung), ruang produksi, tungku sterilisasi, ruang pembibitan, dan lain lain.

Presentasi di Aula Kantor Dinas Pendidikan Kab. Lebak

Selain difasilitasi tempat, kami juga diberikan kesempatan untuk berpromosi mengenai kegiatan dan produk jamur tiram ini, yaitu  presentasi di Aula Kantor Dinas Pendidikan dalam acara Dharma Wanita yang dipimpin oleh Ibu Kepala Dinas dan Ibu Kabid Dikmen SMP/SMA/SMK Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak.

Wakil Bupati Lebak & Kabid Dikmen Disdik dalam Pameran





Promosi lainnya yaitu dengan diikutsertakannya SMP Negeri 6 Sajira dalam suatu acara Pameran Pendidikan di Alun-alun Rangkasbitung.

Dengan promosi yang maksimal pesanan jamur tiram segar atau pesanan baglog pun semakin banyak, pemesan yang datang mulai dari sekitar Rangkasbitung, Lebak Selatan, Pandeglang, Serang, Cilegon, Bekasi, dan Cianjur dan ini merupakan suatu peluang bagi kami untuk memperbesar usaha ini. Dan kami sangat berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Drs. H. Asep komar Hidayat, M.Pd. atas kebaikan ini, kami do'akan semoga Bapak terus maju dalam karier dan usahanya, dan yang terpenting semoga sehat selalu dan diberikan umur yang panjang dan barokah, Amien..